TUANKU HASYIM BANTA MUDA, SANG YANG MENOLAK TAHTA
Makam Tuanku Hasyim Banta Muda di Masjid Tuha, Padang Tiji, Kabupaten Pidie. Pusaranya sangat sederhana. Tak ada tanda tanda jika yang terbaring di sana adalah seorang tokoh besar, seorang ulama wara', patriot sejati yang hidupnya hanya untuk jihad demi mempertahankan kedaulatan Aceh dari rongrongan musuh. Tuanku Hasyim Banta Muda, anak Gampong Lambada Lhok, Aceh Besar, dilahirkan tahun 1834. Dia kerabat kesultanan Aceh. Dua kali dia diminta menjadi pemimpin Aceh (Sultan Aceh), namun ulama wara' ini menolak dengan bijak dengan kalimat “Lebih senang menjadi rakyat biasa daripada menjadi Sultan Aceh.” Kepribadian mulia keturunan diraja Aceh ini sangat jarang dibahas hari ini. Pada tahun 1850, Tuanku Hasyim Banta Muda menjadi wali (gubernur) sultan Aceh untuk wilayah Sumatra Timur. Ini mencakup mulai Simpang Ulim, Tamiang, Serdang dan Deli, menggantikan peran ayahandanya Tuanku Abdul Qadir yang mangkat dengan bermarkas di Pulau Kampai (Langkat). Ke...